Putri, Kristia (2025) KARAKTERISTIK BALITA RISIKO STUNTING DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2024. Diploma thesis, Polytechnic 'Aisyiyah Pontianak.
PENDAHULUAN KRISTIA.pdf
Download (1MB)
INTISARI KRISTIA.pdf
Download (314kB)
BAB 1 KRISTIA.pdf
Download (366kB)
BAB 2 KRISTIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (476kB) | Request a copy
BAB 3 KRISTIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (395kB) | Request a copy
BAB 4 KRISTIA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB) | Request a copy
BAB 5 KRISTIA.pdf
Download (352kB)
LAMPIRAN KRISTIA.pdf
Download (403kB)
NASPUB_KRISTIA PUTRI_22011421.pdf
Download (552kB)
Abstract
Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Indonesia masih mengalami prevalensi stunting yang cukup tinggi, termasuk di wilayah Kalimantan Barat. Identifikasi karakteristik balita berisiko stunting penting dilakukan sebagai dasar intervensi pencegahan dan penanganan sejak dini.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik balita yang berisiko mengalami stunting di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang pada tahun 2024.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 460 balita di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil Penelitian : Sebanyak 34 balita (7,39%) teridentifikasi berisiko stunting berdasarkan indikator TB/U. Balita dengan risiko stunting paling banyak berada pada kelompok usia 37-48 bulan, dan proporsi terbesar adalah laki-laki (55,88%). Mayoritas balita termasuk kategori stunted (82,35%) dan sebagian kecil severely stunted (17,65%). Faktor sosial-ekonomi menunjukkan bahwa 41,2% ibu memiliki pengetahuan kurang, 50% memiliki sikap kurang mendukung upaya pencegahan, dan 35,3% keluarga berpenghasilan rendah. Sebanyak 29,4% balita menerima MP-ASI sebelum usia 6 bulan, dan 67,6% mendapatkan ASI eksklusif sesuai rekomendasi. Akses layanan kesehatan tergolong baik (79,4%).
Kesimpulan : Risiko stunting pada balita di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dipengaruhi oleh faktor gizi, pola asuh, pengetahuan ibu, serta kondisi sosial-ekonomi keluarga. Intervensi yang berfokus pada peningkatan literasi gizi, pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, dan praktik pengasuhan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah stunting
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stunting; Balita; Risiko; Gizi; Karakteristik |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpus.kampus@polita.ac.id |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:29 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:29 |
| URI: | https://repository.polita.ac.id/id/eprint/249 |
